30 Apr 2012

indikator






ADX atau "Average Directional Index" digunakan untuk mengukur kekuatan trend. Perhitungan ADX berdasarkan pada harga Moving Averange pada jangkuan harga periode waktu tertentu. Setting Periode ideal pada 14 bar, meskipun jangka waktu lain bisa digunakan. Nilai ADX secara garis lurus mulai dari nol (rendah) sampai 100 (tertinggi).

Pada Chart terdapat 2 garis lainnya pada grafik selain garis ADX. Kedua garis itu adalah+DMI
 dan -DMI (dimana DMI singkatan dari Directional Movement Indicator). Lihat pada gambar. Mengabaikan garis ini berarti anda telah siap untuk kehilangan semua modal anda. :)







Ketika +DMI diatas -DMI, harga bergerak naik dan ADX mengukur kekuatan Up Trend. Dan Ketika -DMI diatas +DMI, harga bergerak turun dan ADX mengukur kekuatan Down Trend.


Note:
Indikator ini mengukur Kuat atau Lemahnya Trend. Ini tidak menunjukan apakah trend akan Naik atau Trend Akan Turun, ini hanya menunjukan kepada anda seberapa kuat trend itu.

Mengukur Kekuatan Trend

Banyak trader meyimpulkan nilai ADX diatas 25 menandakan Trend Sedang Kuat, cukup untuk memulai Tren Trading Strategi. Sebaliknya bila ADX dibawah 25 para trader akan menghindari Strategi Trending ini.



Ketika Indikator ADX terdapat di atas 30, maka anda akan melihat harga market yang berada pada Trend yang kuat. Ini adalah Harga yang anda tepat untuk masuk kedalam market.





Anda tidak akan sering melihat Market diatas 50. Setelah mendapat harga yang tinggi, anda akan melihat trend berakhir dan jangka perdagangan akan berkembang lagi.

Trend Momentum

Serangkaian puncak ADX juga merupakan representasi dari momentum tren secara keseluruhan. ADX menunjukkan secara jelas kapan trend mendapatkan atau kehilangan momentum.
 Momentum adalah kecepatan harga. Serangkaian puncak momentum lebih tinggi berarti kecenderungan harga meningkat dan serangkaian puncak momentum harga rendah berarti trend mengalami penurunan. Lihat gambar.



Setiap puncak ADX diatas 25 dianggap kuat, bahkan jika pada puncak terendah pun. Dalam kondisi trend naik, harga masih bisa naik pada penurunan momentum ADX karena harga masih berada pada kisaran pada trend Kuat.


Menggunakan Strategi ADX


Untuk melihat breakout tidaklah sulit, tapi banyak sekali yang gagal melakukan teknik ini. Akantetapi ADX memberitahukanmu ketika Breakout telah berlangsung dan telah cukup kuat setelah breakout. Ketika ADX menguat mulai dari bawah 25 sampai diatas 25, dan selanjutnya harga akan mengikuti arah trend yang sudah terbentuk.



Sebaliknya, sama sulitnya juga untuk melihat apakah harga sudah mencapai titik tertinggi. ADX menunjukkan Trend melemah ketika telah mencapai titik tertinggi. Dari scale diatas 25 sampai dibawah 25. ADX akan mengalami sideway di bawah scale 25 sampai ada perubahan supply and demand kembali.



ADX memberikan strategy kombinasi yang bagus ketika dikombinasikan dengan harga. Pertama, gunakan ADX untuk menentukan apakah harga sedang trending atau tidak. Dan, kemudian pilih strategy yang tepat pada kondisi tersebut (Ikuti saja arah kemana trend itu terbentuk).



Penggunaan Indikator ADX


Indikator ini paling baik digunakan untuk melihat stock dan mengukur kekuatan harga dalam kondisi Uptrend atau downtrend.



Indikator ADX tidak memberikan sinyal Buy atau Sell. Ini hanya memberi pandangan saja dimana harga dalam kondisi trend. scale yang kecil menandakan permulaan dari trend. Sedangkan scale yang sanggat tinggi menandakan bahwa trend cenderung akan berakhir.











Sumber: Books succes traders

Bookmark and Share
Artikel yang berhubungan :


0 komentar:

Poskan Komentar

MULTI TAB 1

VIDEO

MULTI TAB 2

HTML

MULTI TAB 3

MULTI TAB 4

MULTI TAB 5



MULTI TAB 6

Entri Populer


MULTI TAB 9

Buku Tamu

Currency
Rate
AUD
4.50%
CAD
1.00%
CHF
0.25%
EUR
1.25%
GBP
0.50%
JPY
0.10%
NZD
2.50%
USD
0.25%

MULTI TAB 10

Daftar Blog Saya

MULTI TAB 11

Follow by Email




 
KEMBALI KEATAS
') }else{document.write('') } }